Senin, 13 Juli 2015

Awas, Dehidrasi Bisa Picu Kegemukan!

Puasa Ramadhan sudah hampir usai. Beberapa orang seringkali mengeluhkan berat badannya yang makin naik. Hmm...kok aneh ya? Sebulan berlatih menahan lapar, kok badan bisa makin melar? Apa yang terjadi?


Kegemukan (obesitas)
Sumber: http://www.doktercewek.com/obesitas-pada-anak-pemicu-tingginya-asam-urat/


Kegemukan banyak penyebabnya. Jika kita sebulan berpuasa dan termasuk di antara orang-orang yang makin gemuk, coba cek lagi apakah kita melakukan satu atau lebih dari hal-hal berikut ini:
1.    Terlalu sering berbuka dengan minuman manis.
Minuman manis kaya akan kandungan karbohidrat sederhana yang meningkatkan kadar gula darah, sehingga bisa memicu rasa lapar.

2.    Makanan yang disajikan lebih banyak, lebih berkualitas, lebih bergizi, dan lebih mewah.
Ketika puasa Ramadhan banyak orang cenderung menyajikan makanan yang lebih wah daripada hari-hari biasa. Makanan yang wah dan menggugah selera ini kemudian kita konsumsi berlebihan, jadilah tubuh kita makin melar. Sebenarnya kita tak membutuhkan makan secara berlebihan, melainkan hanya memerlukan asupan gizi tepat. Cukup dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral secara tidak berlebihan. Kita tidak akan kurang gizi karena berpuasa, sebaliknya puasa malah meningkatkan penyerapan gizi yang tadinya 35% menjadi 85%.

3.    Terlalu banyak mengkonsumsi pemanis buatan
Mengkonsumsi pemanis buatan menyebabkan orang cemas terhadap makanan sehingga makan lebih banyak dari normal.

4.    Minum “minuman bervitamin”
Beberapa orang mungkin mengkonsumsi “minuman bervitamin” karena khawatir tubuhnya kekurangan vitamin saat berpuasa. Padahal, air kemasan yang diperkaya dengan vitamin seringkali diberi tambahan banyak gula sehingga kurang baik jika dikonsumsi berlebihan.
Dan masih banyak lagi penyebab lainnya.



Air Putih
Sumber: http://www.aqua242.com


Adapun penyebab kegemukan yang sangat jarang diketahui oleh kebanyakan orang adalah dehidrasi. Kebutuhan air bagi tubuh saat berpuasa tidaklah berkurang, akan tetapi asupan air kita seringkali kurang diperhatikan. Jika berat tubuh kita naik mendadak dalam satu hari padahal kita tidak terlalu banyak makan, artinya kita terlalu banyak mengkonsumsi garam. Dengan kata lain, kandungan garam yang berlebihan membuat kita dehidrasi. Kita membutuhkan asupan air untuk menyeimbangkannya. Hentikan konsumsi garam selama satu hari dan minumlah banyak air untuk meningkatkan keluarnya kemih dan melenyapkan pembengkakan.

Ada 2 sensasi umum yang berkaitan dengan kebiasaan makan. Yang pertama adalah sensasi untuk makanan yang sering disebut sebagai nyeri lapar. Yang kedua adalah sensasi haus. Keduanya dirasakan pada area yang sama dan dimunculkan oleh histamin. Kita seringkali salah menafsirkan antara sensasi haus dengan sensasi lapar. Untuk membedakannya minumlah air sebelum memutuskan untuk makan. Jika kita malah makan di saat kita sebenarnya kurang minum maka kita akan cenderung mengalami obesitas.

Kebutuhan air tubuh bagi dewasa dengan aktivitas adalah sekitar 7-8 gelas sehari. Kebutuhan ini tetap walaupun di saat puasa, hanya waktu minumnya yang berbeda. Aqua merekomendasikan pola 2+4+2 untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan air ini, dengan rincian 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas di waktu malam, dan 2 gelas di waktu sahur. Pola ini dikenal dengan aqua242.



Kebutuhan air di bulan puasa
Sumber: http://www.aqua242.com

Pemilihan minuman yang salah pasca berbuka juga bisa menyebabkan dehidrasi. Beberapa contohnya adalah teh, kopi, cokelat, soda, dan alkohol. Bukannya memenuhi kebutuhan air tubuh, minuman-minuman tersebut justru menguras air keluar dari tubuh. Akibatnya, jumlah air yang kita keluarkan akan lebih banyak daripada jumlah air (teh, kopi, cokelat, dan sebagainya) yang kita minum tadi. Lalu, air yang bagaimanakah yang baik untuk memenuhi kebutuhan tubuh? Air putih jawabannya. Pastikan untuk menerapkan pola konsumsi air minum ala aqua 242 hanya dengan air putih sebagai minuman kita.

Air putih memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
1.      Sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh
2.      Sebagai pengatur suhu tubuh
3.      Sebagai pelarut
4.      Sebagai pelumas dan bantalan
5.      Sebagai media transportasi
6.      Sebagai media eliminasi toksin dan produk sisa metabolisme


Konsumsi air yang kurang dari kebutuhan (dehidrasi) dapat mengakibatkan berbagai gangguan mulai dari rasa haus yang kuat, kehilangan cita rasa, perasaan tidak nyaman, mulut kering, sulit konsentrasi, emosi tidak stabil, sesak nafas, kejang hingga kematian. Bahkan, Batmanghelidj di dalam bukunya yang berjudul “Air untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit” menyebutkan bahwa hampir semua penyakit bisa disebabkan karena dehidrasi. Penyakit diabetes, alergi, dispepsia, migrain, batu ginjal, osteoporosis, dan masih banyak lagi ternyata dipicu oleh kekurangan air. Begitu pula dengan kegemukan (obesitas), ketika tubuh mengalami dehidrasi dan membutuhkan peningkatan cadangan air, tubuh hanya bisa melakukannya jika tersedia garam untuk meluaskan kandungan air di luar sel tubuh. Akibatnya, tubuh mencari garam di dalam makanan yang kita makan. Pencarian garam ini adalah salah satu alasan lain untuk makan berlebihan.

Jadi, di samping memperhatikan beberapa penyebab kegemukan di atas pastikan juga untuk melakukan pola konsumsi air ala aqua 242 untuk mencukupi kebutuhan air harian kita selama berpuasa. Ingat ya, kita tidak butuh makan berlebihan! Kita hanya butuh asupan gizi tepat plus pola konsumsi air minum ala aqua 242. Dengan cara ini peluang kita untuk menjadi gemuk di saat lebaran akan berkurang.


Sumber:

Fakta minuman di bulan puasa-Aqua 2+4+2
Lembar fakta-Asupan gizi tepat saat berpuasa bersama Aqua 2+4+2
Batmanghelidj, F. 2007. Air untuk Menjaga Kesehatan dan Menyembuhkan Penyakit. Jakarta: Gramedia.

Pedak, M. 2011. Terapi Ibadah. Semarang: Dahara Prize.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar