Kamis, 13 Februari 2014

ATAS NAMA KEMUNAFIKAN

Lelah aku dengan istilah ini, yang seringkali kutemui digunakan tidak pada tempatnya. Sering-seringnya sih untuk hal-hal negatif, terutama yang berhubungan dengan kepornoan. Pernah beberapa kali aku melihat di status FB ada komentar-komentar "Nggak usah munafik lah" dan semacamnya. Ketika itu ada oknum-oknum yang memajang foto porno, bicara porno, dan kepornoan-kepornoan lain sedangkan orang lain merespon kontra akan hal tersebut. Seriiing sekali. Bosan saya menemukannya. Puncaknya adalah ketika saya membaca suatu berita di media online di mana seorang "pejabat" ingin melegalkan pelacuran/me-lokalisasi aktivitas buruk tersebut. Tak hanya itu beliaunya juga membandingkan antara pelacuran dengan korupsi. Hati saya tergerak, rasanya ada yang ganjel kalau tidak diungkapkan. Maksudnya apa? "Berhubungan" memang fitrah/manusiawi, tapi dengan siapa dulu? Pasangan sah atau bukan? Beliau mengatakan bahwa semuanya munafik........Whattts? Semuanya? Lalu jika misal kita tahu ada pelacuran di hotel dll, apakah kita menjadi munafik jika tidak setuju dengan saran beliaunya untuk melokalisasi pelacuran?
Berkaca dari pelacuran di kota saya, lokalisasi itu bukanlah suatu solusi. Bahkan Dolly sempat menjadi salah satu lokalisasi terbesar hingga terkenal ke luar negeri. Bagaimana dengan pelacuran di luar lokalisasi? Jangan ditanya, itu masih tetap banyak atau mungkin tambah banyak. Di jalan, hotel, warnet, kos-kosan, dan di berbagai tempat pokoknya. Dan tidak selalu "pasangan tidak sah" itu ber-hohohihe dengan pelacur semacam di lokalisasi, dengan pacarnya sendiri juga banyak (bisa gratis malah). Saya malah senang dengan kebijakan di Surabaya ini yang akan membersihkan lokalisasi (kalau tidak salah tahun ini-2014), lah di "sono no" kok malah mau dilokalisasi. Apalagi dengan pernyataan bapak "pejabat" ini yang membandingkan antara pelacuran dengan korupsi, sama sekali tidak mendidik. Tidak ada yang mending di antara keduanya. Keduanya harus diperbaiki. Kalau pelacuran mau dilokalisasi, apa nggak sekalian korupsi juga dilokalisasi (Hadeh)? Lokalisasi di hotel-ada tempat khusus tuh (biar pelacurannya nggak tersebar), lokalisasi di warnet (ada tempat khusus juga), dll (maksudnya bukan kaya gini tapi saya hiperbol soalnya di luar lokalisasi yang dimaksud pelacuran tetap banyak)..............Jadi kaya smoking area ya? hehe....tiba-tiba pikiran saya kok mengarah ke smoking area. Big big no ya. Weleh-weleh, saya itu paling benci kalau ada orang yang membandingkan antara hal negatif satu dengan lainnya, seolah-olah kita harus memilih. Ataukah beliaunya ingin mencari pembenaran? Plis deh, nanti Allah murka lho.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar