Kamis, 29 Mei 2014

SIMPLY FRESH LAUNDRY, PELUANG BISNIS LAUNDRY KILOAN

MENGAPA HARUS LAUNDRY?
Tak semua orang senang mencuci. Apalagi jika waktu yang dimiliki tidaklah mendukung. Atau mungkin tenaga yang tidak mendukung. Orang-orang yang kos, mahasiswa, pria yang tidak mau ribet, ibu dengan anak bayi, orang-orang yang sangat sibuk dengan karirnya sehingga tak punya waktu lagi, orang-orang yang sedang sakit, tidak bisa cara mencuci bahan tertentu, industri, perhotelan, rumah makan, perkantoran, segala bisnis yang berhubungan dengan konveksi, dan masih banyak lagi. Akhirnya muncul berbagai usaha laundry kecil-kecilan di masyarakat. Namun, usaha semacam ini harus dikelola secara berkualitas. Anda tak mau bukan baju kesayangan Anda menjadi rusak, warnanya luntur, menjadi kotor karena noda dari cucian pengguna lain, tidak rapi seterikanya, terlambat selesainya hingga sampai kembali ke tangan, dan sebagainya. Atau terkadang bisa juga Anda terlupa ada barang yang tertinggal di saku baju atau celana dan itu menjadi hilang saat di-laundry. Pendeknya, itu akibat yang bisa Anda alami saat memilih laundry secara asal-asalan.

MENGAPA LAUNDRY DI SIMPLY FRESH LAUNDRY?
Simply fresh laundy menangkap peluang usaha ini dan menghadirkan usaha laundry yang berkualitas. Hadir dengan konsep waralaba/franchise, Simply Fresh Laundry berhasil menjadi pelopor dan trendsetter waralaba laundry kiloan pertama dan terbesar di Indonesia. Berawal dari Yogyakarta, peluang usaha franchise ini kini telah mempunyai 255++ outlet di 85 kota dari Sabang sampai Merauke. Dengan mengusung slogan “Laundry Kiloan Kualitas Hotel”, wujud profesionalisme dari Simply Fresh Laundry dibuktikan dengan diraihnya 28 penghargaan dari dalam dan luar negeri.
Ada beberapa paket yang bisa dipilih; mulai dari paket cuci komplit (cuci dan setrika), cuci tanpa setrika, kering, setrika tanpa cuci, cuci kering untuk pakaian khusus, hingga express komplit (cuci 4 jam jadi). Semuanya ini dihitung per kilo (1 kg), jadi Anda tidak perlu menunggu hingga 5 kg misalnya.

MENGAPA BERGABUNG DENGAN FRANCHISE SIMPLY FRESH LAUNDRY?
Ketika seseorang ingin bergabung dengan suatu usaha franchise tentunya memiliki berbagai pertimbangan, antara lain modal, BEP, dan keberlangsungan usaha.
Franchise Simply Fresh Laundry bisa menjadi alternatif pilihan Anda dengan alasan-alasan berikut:
·      Biayanya terjangkau dan modal bisa kembali dalam 8-12 bulan.
Biaya yang dibutuhkan mulai 109 juta, sistem franchise selama 5 tahun. Biaya yang terjangkau tak mengindikasikan bahwa bisnis ini jelek. Justru karena kecerdasan pengelolanya-lah akhirnya efisiensi harga tetap mendatangkan hasil yang berkualitas. Caranya adalah dengan promosi bersama, membentuk kekuatan ekonomi dalam jaringan distribusi, jaringan networking yang saling menunjang, pemberian bimbingan berkelanjutan, inovasi produk, perencanaan dan penyempurnaan sistem, dan minim risiko. Biaya sebesar itu sepadan untuk segala keunggulan yang ditawarkan demi kepuasan pelanggan.
·      Menguntungkan, usahanya tak ada matinya, dan pangsa pasarnya luas.
·      Sudah terbukti profesional, dengan diraihnya 28 penghargaan dari nasional maupun internasional. Mereknya sudah kuat secara nasional.
·      Memberikan pelayanan plus, lebih dari laundry biasa.
Laundry ini buka 24 di outlet tertentu, dilengkapi dengan 7 aroma wangi pilihan membuat Anda bisa lebih nyaman dengan pilihan wewangian yang Anda pilih. Jika membutuhkan cepat, ada layanan express 4 jam jadi. Franchise ini dilengkapi pula dengan software komputer khusus laundry dan barcode scanner, layanan drive thru, Count Sensor Clothing, Digital Scales Connected Computer, packaging eksklusif, dan sebagainya. Dan yang tak boleh ketinggalan adalah laundry ini menggunakan deterjen yang ramah lingkungan.
·      Sistem SOP yang teruji dan mudah digunakan oleh siapa saja.
·      Adanya riset Berkesinambungan dan didukung konsultan serta coach perusahaan.
·      Royalti hanya 8% per bulan dari omzet dan franchise fee sebesar 5 juta per tahun (sudah termasuk dalam paket).
·      Tak usah khawatir untuk bergabung dengan franchise Simply Fresh Laundry. Anda akan dibantu dalam hal konsultasi operasional outlet secara keseluruhan, promo bersama, gathering,  update perkembangan outlet Simply Fresh keseluruhan, termasuk strategi-strategi pemasaran dan pengembangannya.
·      Sesuai syariat Islam, jadi kaum muslimin dan muslimat bisa tenang menjalankannya.

Nah, menggiurkan bukan? Ayo segera bergabung dengan franshise Simply Fresh Laundry ini!
Masih kurang jelas?
Untuk info lebih lanjut hubungi bagian marketing:
Up : Dewi Lestari / Chindy Grafidia
T: (0274) 6411333 / (0274) 912555
F: (0274) 6411322
M: 0857 4066 0666
P: 743CDD4F
E: info@simplyfreshlaundry.com
bo_laundry@yahoo.com

Layanan terbuka untuk jam:
Senin – Jum’at / 7:50 – 16:00 WIB
Sabtu / 7:50 – 12:00 WIB

Sumber:
Http://blog.simplyfreshlaundry.com/

KONSEP SMART MELEJITKAN POTENSI DAERAH SIDOARJO

Jalan-jalan yuk ke Sidoarjo! Sudah pernah belum ke sana? Ini kota tempat saya tinggal. Ada banyak sih keunggulan dari kota ini, tapi tak mungkin bukan saya tuliskan semuanya. Tapi tenang saja saya akan mengenalkan beberapa bagian dari Sidoarjo-ku tercinta ini, tentu saja sambil sekalian memberi ide untuk pengembangan potensi di sana juga tentunya.
Oke deh kita mulai dari LUMPUR LAPINDO, berita terheboh mungkin ya tentang Sidoarjo saat ini.


1. LUMPUR LAPINDO

    Tragedi lumpur lapindo ini terjadi di dusun Balongnongo, desa Renokenongo, kecamatan Porong, tepatnya 29 Mei 2006. Ini menjadi citra buruk bagi kabupaten Sidoarjo (entahlah biasanya yang buruk-buruk mudah dikenal). Penyebabnya masih menjadi kontoversi, ada yang meyakini bahwa musibah itu disebabkan karena kesalahan prosedur pengeboran yang dilakukan oleh PT. Lapindo Brantas namun ada pula yang meyakini itu disebabkan karena bencana alam (dipicu oleh gempa bumi), atau gabungan dari keduanya. Di sini saya tidak akan menyinggung lebih dalam mengenai muatan politisnya, tetapi lebih pada bagaimana melihat potensi di balik bencana. Dengan kata lain mengubah musibah menjadi berkah.

Pasca menyemburnya lumpur lapindo, berbagai pihak berlomba-lomba menghentikan laju semburan lumpur itu. Ada pula yang mencari manfaat dari lumpur itu. Bahkan dua peneliti senior dari Institut Teknologi Surabaya (ITS), Dr. Amien Widodo dan Dr. Lukman Noerochim telah menemukan teknologi tepat guna  untuk mengekstraksi dan mengolah lithium dari lumpur Sidoarjo, sebagai bahan pembuatan katoda baterai lithium. Di sisi lain semburan lumpur semacam ini merupakan kejadian yang lumayan langka di dunia internasional, belum banyak dikaji. Padahal dari Sidoarjo hingga Bogor terdapat serentetan gunung lumpur, juga dari satu jalur arah Barat ke Timur sampai dengan Selat Madura. Musibah serupa pernah terjadi di Sangiran, yang menenggelamkan sebuah kerajaan di Jawa Timur sekitar 400 tahun silam. Menurut Prof. Sukendar Asikin, ahli tektonik dan geologi struktus dari Institut Teknologi Bandung (ITB), peristiwa semacam itu terjadi karena beban di atas permukaan tanah di beberapa wilayah di Pulau Jawa terlalu berat, misalnya oleh kepadatan kota.
Profesor Ross Griffiths, Kepala Penelitian Geofisika dan Ilmu Bumi Universitas Nasional Australia dan pakar geologi lainnya sangat tertarik dengan fenomena lumpur lapindo ini. Menurutnya, selama ini geolog lebih berfokus pada fenomena vulkanik gunung berapi, padahal lumpur Sidoarjo juga merupakan materi vulkanik walaupun berkaitan dengan gunung berapi. Belajar dari musibah Tsunami di Aceh, terkait musibah lumpur lapindo di Sidoarjo bisa dibangun pusat penelitian dan semacam museum lumpur. Sayangnya, film dokumenter tentang musibah ini pembuatannya sudah didahului oleh orang luar negeri, yaitu berjudul "Mud Max: Investigative Documentary Sidoarjo Mud Volcano Disaster."
Konsep smart saya di sini adalah membangun pusat penelitian, museum lumpur lapindo, membuat film dokumenter tentang lumpur lapindo, dan sekaligus membuat sentra jajanan lumpur aneka rasa yang juga khas Sidoarjo. Sip kan? Sama-sama lumpurnya, tapi yang satu enak dimakan tentunya. Jadi untuk musibah semacam ini, kita harus selangkah lebih maju dari orang-orang luar negeri. Oya, masyarakat di sana juga sudah membuat patung-patung lumpur untuk memperingati musibah lumpur lapindo. Itu juga cukup bagus untuk menghias museum atau objek wisata di sana.


2. MIX MATCH POTENSI SIDOARJO

Ikon Sidoarjo adalah udang dan ikan, tetapi Sidoarjo juga terkenal dengan kupangnya. Diversifikasi produk sudah banyak dilakukan, misalnya ketika bandeng dibuat bandeng presto, bandeng asap, bandeng cabut duri, otak-otak bandeng, dan sebagainya. Dari ikan, udang, atau kupang bisa dibuat petis atau terasi. Bahannya bisa tunggal bisa pula kombinasi, misalnya petisnya berbahan ikan dan udang, ikan dan kupang, dan sebagainya. Petis atau terasi ini bisa dibuat menjadi petis aneka rasa atau terasi aneka rasa, kemudian dikemas dalam kemasan yang menarik. Varian rasa ini harus terus dikembangkan hingga menjadi rasa khas Sidoarjo. Kadang-kadang ikan jenis tertentu memiliki rasa tertentu, ini harus dieksplorasi selain dengan eksplorasi penambahan aneka bahan/bumbu penyedap. Pemanfaatannya juga harus dicari, untuk suatu rasa cocok sebagai bahan/pelengkap makanan atau masakan apa. Misalnya rujak, sambal terasi, kupang lontong, dan sebagainya juga akan berkembang menjadi aneka rasa. Nama masakannya pun harus aneh-aneh sehingga menimbulkan rasa penasaran bagi pengunjungnya.
Potensi petis bisa disinergikan dengan potensi kerupuk, serta tahu dan tempe di Sidoarjo menjadi aneka makanan yang dijual sebagai oleh-oleh atau disajikan di warung-warung dan rumah makan.
Contoh lain misalnya potensi sayur mayur disinergikan dengan industri pot bunga, kebetulan keduanya terletak di desa Suko; atau sayur mayur dengan industri gerabah di Sekardangan, tak jauh dari Suko. Zaman sekarang ini sudah banyak orang menjual bibit tanaman secara online, diusahakan agar bibit sayuran ini juga dijual secara online, lalu limbah sayurnya dibuat kompos/pupuk (bisa dijual bisa digunakan sendiri). Cara lain adalah dengan membuat produk berbahan sayuran misalnya jus sayuran (bentuk serbuk ataupun segar), siomay sayur, mie sayur, dan sebagainya. Prospek ini tidak boleh dianggap remeh mengingat ada juga kelompok-kelompok vegetarian atau pelaku food combining yang lebih suka memakan nabati daripada hewani.
Untuk industri yang lain intinya sama, dicari mix match-nya (kombinasinya).


3. SIDOARJO SEBAGAI KAWASAN AGROPOLITAN

Komoditas unggulan Sidoarjo adalah kedelai. Berbeda dengan daerah lain yang lebih tertarik pada padi, jagung, dan kacang hijau. Salah satu penghasil kedelai adalah desa Pagerngumbuk kecamatan Wonoayu. Kedelai ini bisa diolah/disinergikan dengan industri tahu dan tempe, diolah menjadi susu kedelai, nata de soya, kecap, menjes, mendol, dan lain-lain. Akan lebih baik jika bisa dikonsep seperti edamame, kedelai jepang. Edamame walaupun dijual dalam bentuk kemasan sederhana sangat digemari dan menjadi jujugan (tujuan) oleh-oleh wisata di Malang. Keripik tempe juga bisa menjadi produk olahan yang perlu dipertimbangkan. Keripik tempe yang terkenal adanya di Malang, sayang sekali saya tidak mendengar Sidoarjo terkenal dengan keripik tempenya padahal kedelai merupakan komoditas unggulan Sidoarjo. Keripik tempe Sidoarjo juga dibuat dengan rasa yang berbeda dari keripik tempe Malang, serta dibuat dalam aneka rasa. Selain itu kedelai juga bisa diolah menjadi biskuit kedelai, roti kedelai, atau lainnya.

Oya, berhubung lahan pertanian semakin sempit sistem pertanian kedelai ini bisa menggunakan sistem vertikultur.


4. SIDOARJO SEBAGAI MINAPOLITAN

Sebagai minapolitan Sidoarjo kaya akan udang, bandeng, kupang, dan rumput laut; dengan komoditas unggulan berupa bandeng dan udang. Industri bandeng terdapat di desa Penatar Sewu kecamatan Tanggulangin dan desa Kalanganyar kecamatan Sedati; sedangkan industri udang terdapat di desa Kedungpeluk kecamatan Candi, desa Kedungpandan kecamatan Jabon, dan desa Kalanganyar kecamatan Sedati. Letak Sidoarjo yang strategis sangat mendukung hal ini. Sayangnya tingkat konsumsi ikan di sana masih rendah walaupun sudah ada gerakan GEMARIKAN (Gerakan Masyarakat Makan Ikan). Untuk itu, udang dan ikan harus terus dimasyarakatkan dengan berbagai sajian menarik, misalnya bakso ikan, bola-bola udang, siomay ikan, tempura, dan produk atau masakan lain berbahan ikan atau udang. Program ini bisa disinergikan dengan program jajanan sehat di sekolah atau makanan bergizi di posyandu (untuk ibu hamil dan menyusui), puskesmas, atau catering-catering makanan kantor pemerintah dan swasta.


Nah, itu adalah beberapa ide dari saya sebagai wujud kepedulian saya terhadap kota saya tercinta. Semoga ke depannya Sidoarjo makin maju dan berkembang.

Ini potensi daerah saya, apa potensi daerah Anda?


Kontes Blog #3TahunWB - Warung Blogger Peduli Potensi Daerah


Sumber:
http://www.kompas.com/read/xml/2010/02/15/12471965/Lumpur.Lapin
http://hotmudflow.wordpress.com/2010/02/27/lumpur-lapindo-jadi-perhatian-dunia/

Rabu, 28 Mei 2014

STILL LOVING YOU

Dia menghampiriku, seperti biasanya. Begitu bergegas, seolah begitu ingin bertemu denganku. Matanya berbinar, senyumnya terkembang saat melihatku. Aku berusaha mengelak. Hanya berbincang sesaat lalu kutinggalkan dia. Entahlah apakah dia merasa atau tidak saat aku mengabaikannya. Batinku berkecamuk, serasa diri begitu kejam. Namun aku hanya ingin menempatkannya di waktu yang tepat, suatu hari nanti.

Oh....lagi-lagi aku bertemu dengannya. Apakah dia sengaja membuntutiku? Ah, tidak. buru-buru kutepis pikiran itu. Bertahun-tahun dia menghujaniku dengan berbagai perhatian. Sms-smsnya, bantuan yang ditawarkan, perhatiannya, semuanya. Membuat dinding hatiku mulai luluh. Kurasakan desir-desir halus mulai menyusup. Menantinya, menyukai perhatiannya, walau aku tetap tak menjalin ikatan dengannya. Perasaan apa ini? Tidak tidak aku tidak boleh, tidak boleh.

Setelah dia lulus aku merasa kehilangannya. Di suatu momen yang tak terduga kami bertemu. Dia sedang mengurus surat-surat kampus untuk keperluan pekerjaannya, sedang aku masih kuliah. Masih kulihat mata yang sama, memandangku penuh cinta. Aku tetap menyembunyikannya, malu-malu, dan tak mengakuinya. Lalu kami kembali kepada urusan masing-masing.

Tak lama kemudian aku pun bekerja. Aku merindukan kehadirannya. Kucari jejak-jejak yang tertinggal. Nomernya masih ada. Dorongan hati membuatku memencet tombol-tombol hp itu untuk mengirimkan pesan padanya. Aku mencintaimu, kembalilah. Aku merindukan perhatianmu. Begitu inti pesanku. Tak kusangka dia masih menyimpan rasa itu. Wajahnya makin rupawan, mungkin uangnya telah banyak sehingga cukup untuk merawat diri dengan lebih baik.

Masa itu begitu singkat, hingga sesuatu yang tak dikehendaki terjadi. Dia bilang akan menikahiku saat usianya 30 tahun. Ibuku tak setuju, terlalu tua rasanya menikah di umur segitu. Lalu entah mengapa dia menghilang setahun lamanya. Aku merasa bingung dan aneh, hancur. Apalagi saat itu bapakku baru saja meninggal. Tapi Allah punya rencana yang lain sehingga akhirnya aku bertemu dengan pria tampan dari masa laluku, sebut saja Arif. Sungguh suatu keajaiban bahwa ternyata Arif yang kucintai sejak belasan tahun yang lalu kini menjadi kekasihku. Menggantikan Setyo, yang hilang ditelan bumi.

 Suasana begitu rumit ketika Setyo kembali. Dia ingin meraihku lagi, tapi tak mungkin. Aku mencintai Arif, sedang cintaku pada Setyo adalah karena kegigihannya saja. Lagipula tak ada kata maaf untuk suatu ketidak-jelasan setahun lamanya. Meski dia sempat menuduhku mudah berpaling tapi aku yakin jauh di lubuk hatinya memahami alasan dari semua keputusanku. Apakah dia berharap aku akan menunggunya seumur hidupku? Sungguh naif. Bagaimana jika dia tidak kembali untuk selamanya?

Bersama dengan Arif ternyata tak membuatku bahagia. Apalagi Setyo kadang-kadang masih hadir dalam hidupku. Terkadang aku membandingkan keduanya, namun hatiku tak bisa memilih. Bisikan hatiku mengatakan, bukan salah satu di antara mereka. Setyo tak rela aku bersama Arif, dia berusaha meraihku. Dia melamarku. Tapi maafkan aku, hasil istikharahku menolakmu. Kemudian dia bekerja di tempat yang jauh dan langsung menikah.

Sampai di sini aku mengerti bahwa dia selingkuh, walaupun dia mengatakan kalau ini adalah suatu perjodohan. Namun sang waktu selalu jujur dan membenarkan dugaanku. Malangnya, keputusan yang tergesa-gesa itu membuatnya menyesal seumur hidupnya. Istrinya bukanlah istri yang baik. Aku sendiri heran mengapa itu bisa terjadi? Padahal saat bersamaku dia selalu mengujiku dengan ini dan itu. Aku sampai bosan dan lelah, dan sangat tak enak rasanya.

Akhirnya dia harus mengakui bahwa aku yang terbaik. Beberapa kali dia ingin kembali namun aku mengabaikannya. Aku sempat sangat membencinya dan mendoakan keburukan untuknya saat kutahu dia begitu sering menipu dan mempermainkan aku, tapi itu hanya sesaat. Karena di waktu-waktu tertentu hatiku teramat sakit terkenang masa-masa kelam antara aku dan dia.

Terakhir kudapati nasibnya makin mengenaskan. Takdirnya yang menikah mendahuluiku bukan berarti nasibnya lebih baik dariku yang hingga kini belum bertemu jodoh. Memiliki istri yang sangat galak, matre, dan tidak memenuhi kewajibannya pastilah membuat rumah tangganya bagai di neraka. Hatiku luluh. Bagaimanapun rasa itu pernah ada di antara kami. Apalagi ketika dia mengatakan kini dia telah berubah, bukan Setyo yang baik yang dulu kukenal. Hatiku begitu perih. Mengapa harus kamu? Mengapa takdir membawamu menjadi seseorang yang seperti “itu”?

Aku berusaha membawanya “kembali”, seketika segala perasaan buruk di hati menguap. Aku mencintainya, hanya saja takdir yang membuat kami tidak bersatu. Kini aku sering mendoakannya agar kembali ke jalan yang benar. Tak lupa aku pun mendoakannya agar mendapatkan istri yang shalihah. Bagaimanapun aku pernah mencintainya, aku pernah dilamar olehnya, aku pernah merasakan sedikit banyak kebaikan darinya, dan segudang alasan lainnya.


Aku tetap mencintainya, tapi dengan cinta yang berbeda. Cinta berdasar nafsu yang dulu berganti dengan cinta kepada sesama muslim. Aku selalu berharap Allah akan memberikan hidayah untukmu, membuatmu bertobat dan menerima tobatmu. Aku berharap kita nanti akan sama-sama bahagia, dengan kehidupan kita masing-masing. 


Rabu, 19 Februari 2014

SEHAT DAN CANTIK DENGAN BERPIKIR POSITIF

Kecantikan dari dalam (inner beauty) bukanlah sesuatu yang tidak bisa dilihat dari luar. Seringkali istilah ini 
hanya menjadi suatu penggembira bagi wanita yang kurang cantik fisiknya agar tidak minder/down. 
Lebih dari itu kecantikan dari dalam (inner beauty) ini ternyata berpengaruh terhadap kecantikan dari luar dan kesehatan.
Pikiran mempengaruhi emosi kita. Ketika kita berusaha berpikir positif atas setiap kejadian, maka suasana hati kita akan membaik dalam arti emosi kita pun akan positif. 

Mereka yang memiliki emosi positif seringkali tampak lebih menarik; dari senyumnya, tawanya, binar matanya, aura wajahnya, dan kebaikan hatinya. Rasa gembira, syukur, ikhlas, dan ridho atas segalanya membuat hidup mereka tenang dan bahagia, jauh dari stres.

Sebaliknya, jika pikiran kita negatif maka emosi kita cenderung negatif. Kita menjadi mudah marah, murung, sering bersedih, pendendam, mudah curiga, was-was, dan sebagainya. Dalam keadaan seperti ini daya tahan tubuh akan menurun dan menjadi mudah stres. Stres sendiri memicu terbentuknya radikal bebas, di samping pemicu lain seperti sinar matahari, merokok dan polutan lainnya, diet yang tidak seimbang, kurang olahraga, dan penyakit. Kenyataan ini diperparah dengan reaksi-reaksi yang diambil ketika seseorang stres, seperti makan berlebihan, merokok, mengkonsumsi narkoba, dan lain-lain. Semakin sering seseorang stres, maka akan semakin cepat mengalami penuaan.

Merokok merupakan salah satu penyebab terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh. Dengan kata lain aktivitas ini juga menyebabkan penuaan dini dan munculnya berbagai penyakit. Kulit akan menjadi gelap, pucat, cepat keriput dan tidak kencang. Merokok saat hamil bahkan dapat mengganggu perkembangan janin dan membuat anak mengalami menstruasi lebih awal, meskipun wanita hamil tersebut akhirnya berhenti merokok di tengah-tengah masa kehamilannya. Anak yang demikian rentan menderita penyakit jantung, kanker payudara, dan masalah paru-paru seperti asma, mempengaruhi aktivitas seksualnya, dan rawan terlibat dalam penyalahgunaan rokok serta alkohol. Sangat banyak bukan bahaya merokok. Oleh karena itu, berhentilah merokok saat ini juga!

Emosi negatif juga berdampak pada kesehatan dan kecantikan. Contohnya orang yang sering bersedih rentan terkena penyakit paru-paru. Tak hanya itu, kesedihan menyebabkan timbulnya flek-flek hitam di wajah. Untuk mengatasinya beberapa orang akan melirik krim pemutih, padahal krim ini tidak boleh sembarang dipilih tanpa nasihat dokter. Ada krim pemutih yang mengandung bahan kimia berbahaya, misalnya merkuri dan hidrokuinon. Krim pemutih yang mengandung bahan kimiawi berbahaya tidak hanya berefek samping pada kulit, tetapi juga pada tubuh. Jadi, tanya dokter dulu sebelum memakai krim pemutih. Sebaliknya, suasana hati yang gembira (tidak bersedih) ikut berperan positif dalam mengurangi hingga menghilangkan flek-flek hitam di wajah. Mudah, gratis, dan tanpa efek samping/resiko (seperti pada penggunaan zat-zat kimia/kosmetik). Pilih mana?

Contoh lain tentang hal-hal semacam ini sangatlah banyak. Intinya, dekatkan diri pada Allah agar kita senantiasa bisa berpikir positif. Dengan pikiran yang positif, emosi menjadi lebih terkendali dan kita pun semakin sehat dan cantik. Menjadi wanita cantik luar dalam adalah idaman setiap wanita. Gunakan resep sederhana ini maka Anda selangkah lebih dekat kepada kesehatan dan kecantikan luar dalam.

Sumber:

Kamis, 13 Februari 2014

ATAS NAMA KEMUNAFIKAN

Lelah aku dengan istilah ini, yang seringkali kutemui digunakan tidak pada tempatnya. Sering-seringnya sih untuk hal-hal negatif, terutama yang berhubungan dengan kepornoan. Pernah beberapa kali aku melihat di status FB ada komentar-komentar "Nggak usah munafik lah" dan semacamnya. Ketika itu ada oknum-oknum yang memajang foto porno, bicara porno, dan kepornoan-kepornoan lain sedangkan orang lain merespon kontra akan hal tersebut. Seriiing sekali. Bosan saya menemukannya. Puncaknya adalah ketika saya membaca suatu berita di media online di mana seorang "pejabat" ingin melegalkan pelacuran/me-lokalisasi aktivitas buruk tersebut. Tak hanya itu beliaunya juga membandingkan antara pelacuran dengan korupsi. Hati saya tergerak, rasanya ada yang ganjel kalau tidak diungkapkan. Maksudnya apa? "Berhubungan" memang fitrah/manusiawi, tapi dengan siapa dulu? Pasangan sah atau bukan? Beliau mengatakan bahwa semuanya munafik........Whattts? Semuanya? Lalu jika misal kita tahu ada pelacuran di hotel dll, apakah kita menjadi munafik jika tidak setuju dengan saran beliaunya untuk melokalisasi pelacuran?
Berkaca dari pelacuran di kota saya, lokalisasi itu bukanlah suatu solusi. Bahkan Dolly sempat menjadi salah satu lokalisasi terbesar hingga terkenal ke luar negeri. Bagaimana dengan pelacuran di luar lokalisasi? Jangan ditanya, itu masih tetap banyak atau mungkin tambah banyak. Di jalan, hotel, warnet, kos-kosan, dan di berbagai tempat pokoknya. Dan tidak selalu "pasangan tidak sah" itu ber-hohohihe dengan pelacur semacam di lokalisasi, dengan pacarnya sendiri juga banyak (bisa gratis malah). Saya malah senang dengan kebijakan di Surabaya ini yang akan membersihkan lokalisasi (kalau tidak salah tahun ini-2014), lah di "sono no" kok malah mau dilokalisasi. Apalagi dengan pernyataan bapak "pejabat" ini yang membandingkan antara pelacuran dengan korupsi, sama sekali tidak mendidik. Tidak ada yang mending di antara keduanya. Keduanya harus diperbaiki. Kalau pelacuran mau dilokalisasi, apa nggak sekalian korupsi juga dilokalisasi (Hadeh)? Lokalisasi di hotel-ada tempat khusus tuh (biar pelacurannya nggak tersebar), lokalisasi di warnet (ada tempat khusus juga), dll (maksudnya bukan kaya gini tapi saya hiperbol soalnya di luar lokalisasi yang dimaksud pelacuran tetap banyak)..............Jadi kaya smoking area ya? hehe....tiba-tiba pikiran saya kok mengarah ke smoking area. Big big no ya. Weleh-weleh, saya itu paling benci kalau ada orang yang membandingkan antara hal negatif satu dengan lainnya, seolah-olah kita harus memilih. Ataukah beliaunya ingin mencari pembenaran? Plis deh, nanti Allah murka lho.

Minggu, 09 Februari 2014

ILMU, ANTARA ANUGERAH DAN BEBAN

Lagi-lagi aku bisa tahu lebih awal. Mungkin Allah memang memberikan kelebihan khusus ini untukku. Bukan indera keenam, aku orang biasa. Orang seringkali berpikir aneh-aneh sebelum tahu ilmunya. Aku mempunyai kemampuan analisis yang sangat baik/kuat, setidaknya beberapa hal berhasil kutebak/kuprediksi/kuketahui lebih awal. Seringkali hal ini membuatku galau. Sementara orang lain enjoy dan tenang-tenang saja karena tidak tahu, aku sangat galau dan cemas. Tentang apa yang terjadi, apa yang sebaiknya kulakukan, dan tentang apa saja. Tak jarang juga orang-orang mencap aku dengan sesuatu yang buruk. Oh...pusing rasanya. Aku tidak tahu harus bersyukur atau bagaimana. Aku tidak tahu bagaimana cara memperlakukannya dengan baik dan benar, yang kutahu hanya kegalauan dan sifat antisipatif dari waktu ke waktu. Lalu aku pun melihat sebagian besar orang hanya berpura-pura. Dunia ini memang panggung sandiwara.
Tak hanya itu, jika suatu ilmu sudah sampai kepadaku sebagian dari kewajibanku adalah menyampaikannya. Semua terasa berat karena tak semua orang mempunyai pemahaman yang sama, tak semua orang bisa menerima dan tak semua orang langsung menerima. Apakah itu berarti akan menjadi dosa bagiku? Atau dosaku menjadi berkali-kali lipat dibanding orang lain? Sungguh mengerikan. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku.
Dalam pergaulan pun aku berusaha menahan diri dengan sangat agar aku bisa setara dengan yang lain. Di satu sisi terkadang aku menemukan orang menyampaikan sesuatu yang salah dengan antusias/berapi-api dan aku ingin memperbaikinya, di sisi lain aku tak ingin membuatnya tampak bodoh/mempermalukan dia. Informasi yang salah bisa dengan cepat menyebar. Bayangkan ketika seseorang bercerita dengan antusias kepada orang lain dan ternyata isinya salah? Kalau kusampaikan langsung apa yang benar nanti akan mempermalukan dia, sedangkan kalau aku diam saja nanti akan berakibat buruk bagi orang lain. Aku bingung.
Atau seandainya seseorang menyampaikan hal demi hal dengan antusias padamu padahal kamu sudah tahu semuanya. Tiap dia cerita kamu sudah tahu. Itu akan sangat membosankan, tapi terkadang aku berusaha dengan sangat menempatkan diri untuk berada pada posisi tidak tahu. Ini sangat melelahkan. Bayangkan pula hal yang sebaliknya, saat kamu menyatakan bahwa kamu sudah tahu semuanya. Semuanya info basi. Kenapa kamu baru tahu? Dia akan 'patah' dan kesulitan mencari bahan pembicaraan lain, atau malah beralih mencari teman bicara lain (yang lebih asyik dan 'belum tahu').
Seandainya aku detektif mungkin kemampuan untuk tahu lebih awal itu penting/sangat dibutuhkan (analisis/prediksi yang kuat), tapi aku bukan detektif. Terkadang aku bahkan tak harus mencari tahu dan 'semua' itu terbaca dengan jelas di pikiranku. Lalu apakah aku harus memilih untuk tak tahu, atau pura-pura tidak tahu? Aku lelah, betapa dunia ini panggung sandiwara. Hidup di dunia ini sangat berat, penuh cobaan. Bahkan mereka yang mengaku dirinya sabar dan menghina-hina aku bahwa aku tidak sabar, sesungguhnya mereka hanya memiliki kesabaran semu. Apa yang mereka katakan sabar hanyalah mengikuti arus. Mengikuti arus itu memang lebih mudah, tapi bukan kesabaran . Itu hanyalah merupakan suatu jalan pintas (yang sebenarnya salah). Kemudian aku pun dikucilkan, datang tuduhan sok alim, sombong, dan sok-sok lainnya. Kalau sudah begini aku hanya bisa mengadu kepada Allah. Berusaha menghilangkan semua harapan kepada keluarga, sahabat, dan segala selain Allah. Tak akan ada yang mengerti. Aku selalu dicap jelek untuk banyak hal. Dulu, aku berusaha keras agar semua orang mengerti; tapi sekarang aku berusaha keras untuk berhenti berharap agar mereka mengerti. Berharap kepada makhluk itu melelahkan. Pada akhirnya semuanya rapuh, semua ikatan rapuh kecuali ikatan dengan landasan yang benar. Semua bisa hilang dalam sekejap, semua bisa berbalik, dan aku terus-menerus belajar tentang hidup dan arti kehidupan. Sebisa aku, dalam segenap luka dan air mataku, bahkan keringat yang berdarah-darah, aku percaya Allah itu ada. Di saat aku terjatuh dan sangat 'lumpuh' Allah akan menguatkanku. Aku percaya Allah Maha Adil. Tidak akan ada kebaikan/keburukan yang tidak dihitung. Tak ada kebaikan/usaha/proses yang sia-sia. Yaa Allah, kuatkanlah aku.

Minggu, 03 November 2013

JANGAN TERTIPU PRODUK INDONESIA "RASA" LUAR NEGERI

Don't judge book from the cover atau jangan lihat buku dari covernya itu tidak selalu berlaku. Serupa dengan itu hal ini juga berlaku untuk segala produk Indonesia. Bukan cover sih, tapi label / mereknya. Merek ini suka menjadi prioritas. Made in Singapura, made in Perancis, dan lain-lain.
Gaya hidup menjadi penyebab utama fenomena ini. Lingkungan yang glamour atau mudah terpengaruh membuat orang-orang Indonesia berburu produk-produk luar negeri. Bahkan walau dilabel dengan KW 2 dan seterusnya asal bertuliskan "made in (luar negeri)" gengsi meningkat. Apalagi kalau produk itu dipopulerkan artis serta TV atau media lain hingga menjadi tren / booming, yang tidak mengikuti / memakainya dipandang ketinggalan zaman, kuper, dan sebagainya. Ujung-ujungnya mereka bisa tersisih dari  pergaulannya. 
Hal yang mungkin belum disadari (atau memang pura-pura acuh) adalah ternyata banyak sekali produk luar negeri yang ternyata buatan Indonesia. Maksudnya produk itu dibuat oleh orang Indonesia lalu diproses lagi di luar negeri dan diberi label luar negeri sehingga seakan-akan produk mereka. Bahkan ada juga yang cuma dilabel saja di sana/diberi merek luar negeri, kemudian masuk lagi ke Indonesia menjadi seakan-akan made in "luar negeri". Kalau sudah begini harganya meningkat. Sayang sekali, bukan? 
Dipandang dari sisi produsen, mereka juga banyak yang membuat "tiruan" dari produk-produk luar negeri. Entah karena mengikuti selera konsumen Indonesia atau memang kurang kreatif saja. Ini menjadi PR untuk kita semua. Di sisi lain, sebenarnya kurang tepat kalau dikatakan kurang kreatif karena nyatanya banyak juga produsen yang lebih suka menjual ke luar negeri karena lebih menguntungkan. 

Dari kesemuanya ini bukankah sebenarnya produk Indonesia itu diterima oleh masyarakat Indonesia (walaupun diberi label/merek luar negeri dulu misalnya)? Dan bukankah produk Indonesia diterima oleh pasar luar negeri (artinya kualitasnya bagus/bisa bersaing dengan produk mereka)? Jadi sebenarnya produk Indonesia bisa menjadi primadona di negerinya sendiri.